Sabtu, 20 Agustus 2011

Pembagian Tauhid



Tauhid yang didakwahkan oleh para rasul dan diturunkan kitab-kitab karenanya ada dua:
1. Pertama: Tauhid dalam pengenalan dan penetapan, dan dinamakan dengan Tauhid Rububiyah dan Tauhid Asma dan Sifat. Yaitu menetapkan hakekat zat Rabb SWT dan mentauhidkan (mengesakan) Allah SWT dengan asma (nama), sifat, dan perbuatan-Nya. 
Pengertiannya: seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah SWT sematalah Rabb yang Menciptakan, Memiliki, Membolak-balikan, Mengatur alam ini, yang sempurna pada zat, Asma dan Sifat-sifat, serta perbuatan-Nya, Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, Yang Meliputi segala sesuatu, di Tangan-Nya kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia SWT mempunyai asma' (nama-nama) yang indah dan sifat yang tinggi:

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Asy-Sura:11)
2.   Tauhid   dalam   tujuan   dan   permintaan/permohonan,   dinamakan      tauhid uluhiyah dan ibadah, yaitu mengesakan Allah SWT dengan semua jenis ibadah, seperti: doa, shalat, takut, mengharap, dll. 
Pengertiannya: Seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah SWT saja yang memiliki hak uluhiyah terhadap semua makhlukNya. Hanya Dia SWT yang berhak untuk disembah, bukan yang lain. Karena itu tidak diperbolehkan untuk memberikan salah satu dari jenis ibadah seperti: berdoa, shalat, meminta tolong,      tawakkal,    takut,          mengharap, menyembelih,       bernazar     dan    semisalnya melainkan hanya untuk Allah SWT semata. Siapa yang memalingkan sebagian dari ibadah ini kepada selain Allah SWT maka dia adalah seorang musyrik lagi kafir. Firman Allah SWT:
 
Siapa menyembah ilah yang lain selain Allah SWT, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya   tentang      itu,      maka    sesungguhnya               perhitungannya        di        sisi     Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang      yang   kafir     itu      tidak  akan  beruntung. (QS.    Al- Mukminun:117)



Tauhid

Tauhid, yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah SWT adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (ibadah), Asma` dan Sifat-Nya.
Urgensi Tauhid: Seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah SWT semata, Rabb (Tuhan) segala sesuatu dan rajanya. Sesungguhnya hanya Dia yang Maha  Pencipta,  Maha  Pengatur  alam  semesta.  Hanya  Dia  lah  yang  berhak disembah, tiada sekutu bagiNya. Dan setiap yang disembah selain-Nya adalah batil. Sesungguhnya Dia SWT bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, Maha Suci dari segala aib dan kekurangan. Dia SWT mempunyai nama-nama yang indah dan sifat- sifat yang tinggi.

Jumat, 19 Agustus 2011

Hijrah ke ekonomi syariah


Demikian besarnya dosa bunga bank (riba), maka menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar bagi orang-orang yang beriman untuk segera hijrah ke sistem ekonomi syari’ah. Dalam bidang perbankan, kita telah memiliki sistem perbankan Islami yang dijalankan berdasarkan prinsip syari’ah Islam.
Dalam proses hijrah ini, banyak hambatan yang kita dihadapi, antara lain adanya pandangan dangkal orang awam yang tidak mengerti ekonomi dan perbankan Islam. Mereka menganggap bahwa Bank Islam sama saja dengan perbankan konvensional. Padahal dalam penelitian ilmiah, khususnya dari ilmu ekonomi makro dan moneter, bank Islam memiliki puluhan keunggulan yanag tidak dimiliki bank konvensional. Bank Islam benar-benar berbeda dengan bank konvensional, jika dikaji secara ilmiah dan mendalam. Tidak mungkin ratusan pakar ekonomi Islam se-dunia sepakat untuk kesesatan. Mereka senantiasa mengajak umat ke jalan yang benar. Mereka dalam kitab-kitabnya sepakat tentang kezaliman bank sistem bunga, baik secara mikro apalagi secara makro. Sejarah empiris selama seratusan tahun di Eropa, Amerika, Asia, telah menunjukkan kezaliman dan kegagalan system ekonomi ribawi di sector perbankan dan keuangan.

Mudahan-mudahan di bulan yang penuh berkah ini, Allah memberi hidayah kepada kita untuk hijrah ke lembaga –lembaga keuangan Islam yang bebas riba. Bagaimana mungkin Allah menerima puasa kita sementara kita mengamalkan dosa besar yang sangat dibenciNya. Mungkin ada masyarakat yang meragukan makin maraknya bank-bank syariah internasional, karena mungkin saja, ada yang bermotif bisnis belaka. Jika ada anggapan itu, pilihlah bank syariah yang lebih komit kepada syariah, jangan tetap bergelut di perbankan konvensional. Daripada bergelut di bank riba, tentu jauh lebih baik di bank syariah yang ikut-ikutan menjadi syariah.

Khutbah nikah



 Ìخطبــه نكــــاح Ì
اَلْحَمْدُ للهِ اْلمَحْمُوْدِ بِنِـعْمَتِــهِ. الْمَعْبُوْدِ بِقُدْرَتِـهِ الْمُطَاعِ بِسُلْطَانـِه. الْمَرْهُوْبِ مِنْ عَذَابِهِ وَسَطْوَتِهِ. النَّافِذِ أَمْرُهُ فىِ سَمَائِـهِ وَأَرْضِهِ. الَّذِي خَلَقَ الْخَلْقَ بِقَدْرَتِـهِ وَمَـيَّزَهُمْ بِأَحْكَامِه. وَاَعَزَّهُمْ بِدِيْنِهِ. وَأَ كْرَمَهُمْ بِنَبِـيِّـهِ صلّى الله عليه وسلّم
إِنَّ اللهَ تـَبَارَكَ اسْمُهُ وَتَعَالَتْ عَظَمَـتَهُ, جَعَلَ الْمُصَاهَرَةَ سَبَـبًا لاَحِقًا وَاَمْرًا مُفْـتَرَضًا, أَوْشَجَ بِهِ اْلأَرْحَامَ وَاَلْزَمَ اْلأَنَام, فَقَالَ عَزَّ مِنْ قَائِـل: وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَآءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَـبًا وَصِهْرًا, وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا, فَأَمْرُاللهِ يَجْرِي عَلَى قَضَائِـه, وَقَضَاؤُهُ يَجْرِي إِلَى قَدْرِه, وَلِكُلِّ قَضَاءٍ قَدِر, وَلِكُلِّ قَدَرٍ أَجَلْ, وَلِكُلِّ أَجَلٍ كِتَاب, يَمْحُواللهُ مَايَشَآءُ وَيُـثْبِتُ وَعِنْدَهُ اُمُّ الْكِتَاب µ
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُه, وَنَعُوْذُ بِا للهِ مِنْ سُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّـئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَّهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَه, وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَه, وَأَشْهَدُ اَنْ لا إله إلاّالله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَــه, وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِه µ
يآايّهاالّذين امنوا اتقواالله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْن
 $pkš‰r'¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qà)®?$# ãNä3­/u‘ “Ï%©!$# /ä3s)n=s{ `ÏiB <§øÿ¯R ;oy‰Ïnºur t,n=yzur $pk÷]ÏB $ygy_÷ry— £]t/ur $uKåk÷]ÏB Zw%y`Í‘ #ZŽÏWx. [ä!$|¡ÎSur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# “Ï%©!$# tbqä9uä!$|¡s? ¾ÏmÎ/ tP%tnö‘F{$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# tb%x. öNä3ø‹n=tæ $Y6ŠÏ%u‘ 
µ يآايّهاالّذين امنوا اتقواالله وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ  وَيَغْفِرُلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمِنْ يُّطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ  فَقَدْ فَازً فَوْزًا عَظِيْمًا µ
اما بعد. فَإِنَّ اْلاُمُوْرَ كُـلَّهَا بِيَدِالله, يَقْضِي فِيْهَا مَايَشَآءُ وَيـَحْكُمُ مَايُرِيْد, لآ مُؤَخِّرَ لِمَا قَدَّم, وَلاَ مُقَدِّمُ لِمَا أَخّر, وَلاَ يـَجْتَمِعُ اثْـنَانِ وَلاَ يـَفْتَرِقانِ اِلاَّبـْقَضَـآءٍ وَقَدَرْ, وَكِـتَابٌ مِّنَ اللهِ قَدْ سَبَق µ اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَأَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِى وَلَكُمْ, وَلِوَالِدِيَّ وَلِوَالِدِيْكُمْ, وَلِمَشآيِحِى وَلِمَشَايِخِكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْن, فَاسْتَـغْفِرُوْهُ إِنَّـهُ هُوَ الْغَفُوْرُالرَّحِيم µ
استـغفرالله العظيم الّذي لآ اله إلاّهوالحيّ القيّوم وأتوب اليه  (×3)
اشهد اَنْ لا إله إلاّالله واشهد انّ محمّدارسول الله (×3)